Sunday, January 22, 2012

yeaa

i think i know what kugy's felt. take a deep breath seeing everything you do, behind your monitor. heart beats faster knowing everything about you. but still, like her. there is no chance. until ___________

*fill in the blank. i have no idea

Saturday, January 14, 2012

percaya takdir?

Dimulai dari keranDoman saya semester ini yang tiba-tiba terDaftar Di kelas sebelah. well, entah kenapa tiba-tiba nyasar kesana Dan saya pun baru tau sewaktu UAS kalau ternyata saya selama ini salah kelas fotogrametri2.

keranDoman keDua aDalah aDanya ujian tambahan komprehensif dari pak Dosen (yang salah kelas), yang kemuDian menjerumuskan saya kembali ke nilai D. Dian Daluna. Dimana nilai ini memaksa mahasiswa untuk mengulang Di tahun berikutnya, yang artinya si mahasiswa harus rela memunDurkan target kelulusannya.

nilai yang suDah Dikasih pak Dosen (yang salah kelas) akan Disetor ke Dosen (yang seharusnya). SuDDenly, saya ingat bahwa Dosen (yang seharusnya) menyeDiakan ujian perbaikan sehingga aDa secercah harapan bagi saya untuk memperbaiki nilai D saya. Masih aDa harapan untuk lulus kuliah sesuai target. semoga beliau baik hati berseDia mengizinkan saya ikut ujian perbaikan.

Apa jaDinya jika tidak ada kejaDian tiDak-sengaja-terDaftar-Di-kelas-sebelah??

Friday, January 6, 2012

they call it "solidarity forever"

tanggal 4 Januari kemarin adik saya berulang tahun yang ke 20. Umur yang (seharusnya) menandakan kematangan dan kedewasaan seseorang. Entah sebetulnya karena alasan apa, udah satu setengah bulan lebih dia gak kuliah. Padahal, kampusnya ini tergolong ketat masalah kehadiran dan nilai. Ada satu mata kuliah dapat nilai E, langsung drop out. Absen kuliah terlalu lama, kena surat peringatan. Tentunya saya dan orang tua gak pernah mengharapkan hal buruk itu terjadi sama dia. namun, sekeras apapun usaha kami ngebujuk dia, dia tetep gak mau kuliah lagi.

sedih, iya. stress, tentu. padahal dia tadinya udah semangat kuliah setelah resmi dilantik sebagai anggota himpunan jurusannya yang mengusung slogan "solidarity forever" ini. tapi semangatnya hilang entah kemana. sore tadi, saya disuruh pulang ke rumah untuk membawa kamera karena teman2 adik saya bakal ke rumah buat kasih surprise ulang tahun, sekalian nengok. Saya pikir, mungkin hanya 4-5 orang yang dateng. teman sekelasnya doang. TERNYATA, yang dateng sekitar 17 orang. gak hanya teman seangkatan, tapi juga senior. bahkan dua ketua himpunannya pun (baik yang sedang menjabat maupun yang udah lengser) ikut datang ke rumah. Mereka semua menanyakan kabar, friendly, gak kaku dan gak serius2 amat, jadi gak bikin adik saya tertekan juga. Segala tugas yang belum adik saya kerjakan, akan mereka bantu kerjakan. Jadwal ujian dikasih, dan mereka juga bakal ngadain belajar bareng buat ujian. Mereka semua ngajak adik saya buat kembali kuliah bareng lagi, kegiatan himpunan lagi, dll.

Jauh hari sebelum kunjungan itu, ibu saya bertemu dengan teman2 adik saya di kampus. Mereka menanyakan dia, khawatir karena udah terlalu lama bolos kuliah. Yang membuat saya terkesan, mereka bilang "karena dia udah jadi bagian dari kami (himpunan), kami punya tanggung jawab terhadap dia." yang lebih membuat saya terkesan, apa yang mereka bilang BUKAN omong kosong. bukan ajang bermanis-manis lidah.

salute to all of you, guys. kejadian hari ini cukup banyak menyentil saya pribadi karena saya dan teman-teman saya pun (sebenarnya) memiliki tanggung jawab yang serupa. SALUT, karena kalian bertindak bahkan sebelum ada surat peringatan dari pihak kampus. SALUT karena kalian rela hujan-hujanan ria menempuh puluhan kilometer buat menjalankan tanggung jawab kalian. SALUT, SALUT, SALUT!!!!

semoga kepedulian saya dan teman-teman saya pun bukan hanya pada saat ospek..
semoga kepedulian saya dan teman-teman saya pun bukan saat detik terakhir setelah ada "panggilan" dari prodi..
semoga niat baik saya dan teman-teman saya pun sebesar niat baik kalian
semoga, amin....


*mohon maaf jika terlalu mengumbar masalah pribadi karena itu cuma buat "sekapur sirih" bukan inti cerita.