Tuesday, November 30, 2010

Desember

Beberapa tahun terakhir ini saya selalu takut menghadapi Bulan Desember. Apa yang salah dengan Desember? Tidak ada. Seharusnya tidak ada. Kebetulan Desember adalah bulan saat saya dilahirkan, bulan penghujung tahun. Memang, seharusnya saya menyambut bulan ini dengan penuh suka cita. Seharusnya. Hanya saja, 3 tahun terakhir ini saya menyimpan ekspektasi berlebihan pada Desember. Dan ketika kau sudah sangat mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak bisa kau capai, tentu saja kau akan merasa sangat kecewa bukan? Itulah yang terjadi pada saya selama kurang dari 2 tahun silam.

Pernahkah kau dipatahkan hatinya? Itulah yang terjadi pada saya, tepat 2 hari sebelum hari ulang tahun saya yang ke-19 -yang-saya-sangat-harapkan-akan-berlangsung-dengan-penuh-suka-cita-bersama-orang-yang-disayangi. Asa yang telah susah payah dibangun telah hancur, dan saya pun menghabiskan Desember saya hanya dengan ampas-ampas semangat saya yang limit mendekati nol. Oke, lalu setahun kemudian saya membuat resolusi bodoh untuk ulang tahun ke-20 saya, yang ternyata saya kembali dikecewakan orang yang-tadinya-saya-kira-dia-baik-buat-saya, 3 hari sebelum hari ulang tahun saya. Nice, saya kira itu cukup. Cukup membuat saya membenci Desember. Padahal, harusnya (mungkin) Desember adalah saat yang tepat untuk merenungi apa yang telah kita perbuat setahun ke belakang, dalam rangka menyambut tahun yang baru, menjadi manusia yang berpikiran lebih dewasa, bukannya menangis meratapi nasib di atas tempat tidur. Well, pengalaman-pengalaman tersebut sangat menyadarkan saya. Cukup sampai disana saja. Saya ingin menikmati Desember saya dengan hati lapang, tanpa ekspektasi yang sungguh muluk berlebihan, hanya bersama teman-teman dan keluarga saya saja.

7 Desember tahun ini, bertepatan dengan Tahun Baru 1432 H. Penghujung tahun Masehi. Momen yang tepat untuk merenung, mengubah dan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Di umur yang ke-21, sudah tidak waktunya lagi untuk labiliolabileti (kata Gaby). Kepala 2 yang sudah menyandang beban (bobot) di belakang angka itu, tentu saja hidup yang akan dihadapi tidak akan semudah ketika kita berumur belasan. Katanya sih, umur segitu adalah saat dimana kita menghadapi hidup yang sesungguhnya sebagai manusia dewasa dan bertanggung jawab.

i love you my December


December by Weezer
only love can
ease the pain
of a boy caught
in the rain
only hope will
remember,
burning flame in
december

only love,
only love

only faith can
bring to life
one who falls by
the wayside
only trust can
inspire
soggy lungs
to breathe fire

only love,
only love

its only natural,
the moon is just
half full
we give
our best away,
we give
our best away

only love

only trust
can inspire
soggy lungs
to breathe fire

only love,
only love

only love,
only love...

Monday, November 29, 2010

orang hebat

adalah orang yang bisa menganalisa dengan cepat, tepat, dan bermanfaat. Bukan aktif atau pasif. Bukan menggurui, tapi mengkader.

-Agun-

Saturday, November 27, 2010

sekaranglah saatnya

agak shock memang, setelah saya mendapat kabar itu tadi magrib. ternyata kekhawatiran saya menjadi kenyataan. ya, saya akan berhadapan dengan "orang-orang vokal" itu. kami memiliki satu misi yang sama, satu itu saja. lalu muncullah perasaan less confidence itu lagi. apakah saya pantas? apakah saya bisa diakui? apakah saya bisa diterima? dimana saya harus berhadapan dengan orang yang sangat berpengaruh sekali, saya merasa kecil hati.

senior yang satu kerjaan dengan saya bilang, saya harus show the way. segala aktivitas yang membuat saya know the way, bisa menjadi bekal utama dalam menjalankan misi saya. lalu saya butuh support, itu saja. senior saya yang lain mengatakan, bagus jika sudah ada keinginan itu. hanya jika misi saya tidak berhasil, saya bisa turut menyumbangkan ide2 saya, pemikiran2 saya pada orang yang berwenang. nice. ya, saya berpikir, bukankah tidak harus menjadi pemimpin untuk bisa melaksanakan ide dan pikiran saya? tapi jauh di dalam diri saya, saya ingin bisa memimpin. semoga


Friday, November 26, 2010

yang bicara yang dilihat

setelah melakukan acara "ngobrol-ngobrol" dengan senior saya yang lebih berpengalaman dalam bidang "orang yang posisinya sangat penting dalam setiap struktur kepanitiaan tapi tidak terlihat", kami sepakat bahwa orang-orang yang didengar, orang-orang yang diakui, orang-orang yang diharapkan adalah orang-orang yang speak up, yang berkoar-koar. Lalu bagaimana dengan kami ini, orang di belakang panggung yang hanya berhadapan dengan benda tipis polos yang kemudian akan kami penuhi dengan segala macam tulisan, yang sungguh sangat mengerti apa yang terjadi -terbaik dan terburuk, yang sangat detail sampai memperhitungkan titik dan koma, dan yang selalu ada dalam setiap pertemuan, tanpa absen? Apakah kami diberi kesempatan?

Thursday, November 25, 2010

parah, parah

baru aja hari pertama, tapi rasanya seperti hari kedua. sakit sekali. oh, dinding rahim yang meluruh, ada apa ini? sebegitunyakah?

Tuesday, November 23, 2010

cinta itu banteng duduk. PMS itu sebuah sepatu

yah, terserah saya mau dibilang galau atau apapun. saya tidak peduli lagi. menyebalkan memang, jika dalam masa seperti sekarang ini. berada pada taraf terburuk pada setiap bulannya, dimana kadar hormon estrogen dan progesteron saya sedang sangat menipis. Yak, sepertinya besok atau lusa atau besok lusa saya bakal kedatangan "tamu". atau bisa saja nanti malam. iiyyyuk, menyebalkan! apa saja terasa annoying bagi saya, bahkan saya yang harusnya senang karena bersama si PAB itu malah bete, kepingin marah2 terus.

ngomong2, tadi teman saya di himpunan ulang tahun, dan dia dikasih kado ucapan selamat ulang tahun dari pacarnya berbentuk buku. Saya jadi teringat sesuatu, kurang dari 2 tahun yang lalu. yeah, saya juga pernah melakukan hal yang serupa untuk (yang sekarang) mantan saya. well well, saya jadi berpikir "edan, segitunya ya gue sama dia?". dengan freak nya saya mendatangi langsung teman2nya semasa TK sampai kuliah demi mengumpulkan ucapan selamat ultah dari mereka. ITU FREAK, NYING! dan pertanyaan itu muncul lagi (maklum pengaruh PMS, galau), pertanyaan tentang #yang bener aja lu yan, gak tertarik nunggu?"#. dan jawaban saya sekarang adalah #enggak, let it flow aja nyet#

hah, pusing sendiri. dasar cinta. dasar PMS.

cinta itu banteng duduk
PMS itu sebuah sepatu

-ini baru galau-

Sunday, November 21, 2010

pusakaku

barusan saja, aku selesai mencuci pusakaku
bukan hanya dicuci, bahkan pusakaku itu aku sikat
selama ini, tidak pernah aku berniat untuk menyikatnya
banyak yang terjadi dengan pusakaku dalam mempersiapkan pertemuan denganmu
andai saja kau tau, dik
itu untukmu
namun kau tak kunjung datang
kemana pergimu?
kau pilih gemuruh genderang itu dibanding caci maki disini
dik, tak taukah kau, begitu besarnya asa yang kusimpan atas dirimu?
yasudahlah dik, titip salamku saja pada ibumu
untung dulu ibumu tidak jadi mengeluarkan aku dari sekolah
kutunggu kau di lain waktu
semoga pusakaku ini kusikat benar-benar untuk dirimu, bukan untuk diriku sendiri

postingan tersampah dari segala sampah

saya: "bray, kayaknya si pria alay bekesong itu salah menginterpretasikan orang deh" (dengan GR nya)
banteng: "loh?"
saya: "..........................................................................blablabala......................................................"
banteng: "haha.. dodol."
saya: " .....*&@^$^@%$@$^!!!........"
banteng: "buahahahaha. kayaknya salah nangkep dia. gw juga sih dari awal yakinnya gitu."
saya: "yakin apa nih?"
banteng: "Yakin ga bakal semudah itu deketin dia. Orangnya tuh punya perlakuan yg sama sama setiap org secara umum. Jadi ya kl dia emg baik2 ke lo, emg gtu yan orgnya, sori"
saya: "......&&$&^$&@^$5721&#@7647367561736...."
banteng: "segitunya?"
saya: ".................blablablahoekhoekuhukuhuk......"
banteng: "eh emang iya ya? maap ya, jadi ga enak nih gw"
saya: "haha santai, kata gw juga"
banteng: "ah lo juga deh kayanya. gapapa, biar gw bersikap realistis juga. haha."
saya: "iye gw juga minta maap ya. dan kayanya kita bakal ajojing ampe lulus nyet. njing njing njing njing!!!"
banteng: "ah, santai... daripada buru-buru ga dapet yang bagus"
saya : "gak bisa santai!!!!"

2 minggu lagih saya 21 tahun, TOLONG. #lebaygila

Saturday, November 20, 2010

abu-abu

ada pertanyaan besar dalam benak saya.

Apakah sosok pemimpin itu harus seseorang yang pintar berbicara?

Saya sendiri adalah tipe orang yang lebih suka mendengarkan ketimbang berbicara. Entah, tapi sepertinya saraf reseptor mulut saya menerima pesan dari otak begitu lambat. Inilah yang membuat saya seringkali merasa krisis kepercayaan. Apakah dengan begitu saya akan mendapat kepercayaan dari orang-orang disekeliling saya? otomatis keberadaan saya di suatu komunitas sepertiya tidak terlalu terlihat dan tidak mendapat cukup eksistensi, pengakuan, karena suara saya jarang terdengar.

Well, karena saya senang mendengarkan orang lain berbicara, maka tidak sedikit orang yang mau bercerita tentang apapun pada saya. Dengan senang hati saya akan mendengarkan mereka. Namun, kelemahan saya adalah satu. Saya tidak akan berbicara jika saya diminta atau jika saya merasa tidak pasti dengan argumen saya. Karena kelemahan inilah, pernah suatu hari seorang sahabat merasa sangat kecewa terhadap saya. Saat itu sahabat saya bercerita baru saja putus dari pacarnya. Dan apakah yang saya lakukan? Saya hanya mendengarkan ia bercerita, tanpa memberikan solusi apapun, karena dia tidak meminta solusi.

Seringnya orang mempercayakan kedua telinga saya, kadang-kadang membuat saya berada di posisi yang sulit. Beberapa kali teman-teman saya mempunyai konflik. Teman 1 dan Teman 2 sedang mempunyai konflik. Hari ini Teman 1 bercerita pada saya. Besoknya, Teman 2 yang bercerita pada saya. Besoknya lagi, saya melarikan diri dari Teman 1 dan Teman 2 karena saya bingung. Saya berada di posisi mana? Saya abu-abu.

Yang lebih parahnya lagi, pernah seorang Teman 3 memberitahukan sebuah rahasia skandalnya dengan Teman 5. Beberapa jam kemudian, Teman 4 bercerita dengan ibanya pada saya tentang pacarnya, yaitu si Teman 5. Kau tau, saya membatin. Seperti menyimpan bangkai busuk di dalam rumah. Dan saya jadi lebih sering membatin karena terlalu banyak menyimpan rahasia orang, aib orang lain. Tolong, bunuh saya saja kawan. Saya hanya takut menjadi orang bermuka dua. Saya abu-abu.

Dan sekarang, saya masih tetap menjadi orang yang abu-abu. Suatu konflik yang melibatkan secara mayor komunitas A dan komunitas B. Saya? Saya individu yang abu-abu. Seiring berjalannya waktu, logika dan kedewasaan saya berkembang. Ternyata, menjadi abu-abu itu tidak selalu merugikan dan menyiksa. Saya dapat melihat pikiran dari 2 sudut pandang yang berbeda. Logika saya diasah, naluri saya ditempa. Saya senang dan menikmati menjadi abu-abu. Dan saya sadar, seringnya orang lain bercerita pada saya ternyata karena mereka percaya pada saya. Saya bahkan dapat menyadari bahwa permasalahan tiap orang pasti berbeda-beda. Ini yang memicu saya untuk melihat hidup lebih jauh ke depan. Tapi tetap, pertanyaan besar dalam benak saya:

Apakah sosok pemimpin itu harus seseorang yang pintar berbicara?


Friday, November 19, 2010

arga galau

pagi buta di warung makan gembul, ciumbuleuit. antre bayar.

arga: "yan, es batu berapaan ya?"
saya:"mana gw tau"
arga:"buat ngebekuin hati gw nih..."
saya:"zzzzzzzzzzzz"

Tuesday, November 16, 2010

aaaaaaaaaaaa

saking gemesnya pengen tereak deh gw di depan mukanya:

"woy, tau gak sih lo, gua suka elo!"



-the end-

Monday, November 15, 2010

membicarakan "teman" di blog

sore. dingin. ramai. tempat yang nyaman.

teman 1: tadi gw ketemu ajis yan. tambah ganteng yan. tambah putih, tapi gemukan
saya: kok bisa? dalam rangka apa?
teman 2: pinjem card reader ya?
teman 1: iya, tadinya mau ke rumah, tapi gw bilang janjian aja di rumah "teman 3" soalnya gw bakal kesana
saya: trus?
teman 1: ya udah, ketemunya di luar rumah. pake celana jins, pake polo shirt item. ganteng loh
saya: ............
teman 4: dia kerjaannya ke warnet deh
teman 2: hahahaha, iya. katanya sih download film ato download program
saya: eh, iya deh aneh. dia suka online YM tapi pagi bener
teman 2: kalau saya online dia suka tiba-tiba offline
saya: aneh. kenapa sih? waktu itu pernah nyapa satu kali di YM, tapi pagi banget. masih tidur kali gw
teman 4: kerjaan ke warnet tapi tetep aja ga punya facebook ya. hahahaha
teman 2: dia bilang "ngapain bikin facebook, ntar ujung-ujungnya juga bakal kaya friendster"
teman 4: jangan-jangan sebenernya dia punya akun tapi bukan nama dia. buat mata-matain lu tauk yan. "wah si dian ngapain aja nih"
saya: bodo. kan udah gw bilang, gw sekarang radikal.

saya tidak peduli. entah ini ditimbulkan karena saya menganggap dia telah menjadi makhluk aneh karena rasa sosialnya yang menurut saya, ehm, berkurang sekali, atau entah karena saya memang berusaha untuk tidak peduli. Banyak hal yang masih saya pertanyakan sampai detik ini. bahkan saya pun belum mendapat jawaban yang cukup dan pasti mengapa dia mengakhiri hubungan dan bagaimana hubungan ini selanjutnya.

15 menit yang lalu

saya: (nyanyi lagu seurieus - kapan ku punya pacar)
teman 3: segitunya ya yan?
saya: gitu banget
teman 3: cari lah. ITB kan banyak cowok
saya: yah, serahkan saja semua sama Tuhan
teman 2: tawakal juga butuh ikhtiar
teman 1: (backsound) jangan yan, maju terus! pertahankan!
saya: ini juga sambil ikhtiar kali.
teman 2: ikhtiar jangan disambil-sambil
saya: (melamun seperti biasa)

12 jam yang lalu

saya: hai!
bismillah: oye!
saya: masih hidup ternyata
bismillah: yoi dong. :D jadi galau di tya lo?
saya: baru balik lo? engga, menggila di kosan aja nih, karokean ga jelas
bismillah: iye, he
saya: *** ***
bismillah: yan yan
saya: gw tidur dulu ye, daah. tidur lo ***
bismillah: oke oke. deeh~

teman, andaikan kalian tau. saya disini tidak sebegitunya jalan di tempat seperti yang kalian kira. saya juga berusaha.. teman, terkadang yang seperti ini sulit diterima. saya memang yang paling muda diantara kalian. tapi haruskah saya selalu menjadi yang terbelakang dari kalian? huh, saya benci ketika sisi melankolis saya sedang dominan seperti sekarang ini, bukannya sisi sanguinis saya-yang presentasenya hanya berbeda 1% dengan sisi melankolis saya-yang mendominasi diri saya sekarang.

teman, saya akui, saya butuh "teman"

happiness only real when shared

bismillah --> hanya sepenggal kata yang saya harapkan pada-Nya akan membawa berkah bagi saya. semua akan terjadi, jika dan hanya jika saya membawa kebaikan untuknya dan dia membawa kebaikan untuk saya. Bismillaahirrahmaanirrahiim

Nabung woy!!!

ingin sekali saya menabung untuk hal-hal ini:

1. Semeru Rp. 700.000,-
2. Alat selam (fin, snorkel, masker) Rp. 500.000,-
3. Lensa kamera Rp. 900.000,-
4. Pulau karimun Rp. 800.000,-
5. Cooler laptop Rp. 50.000,-
6. Softcase laptop Rp. 100.000,-
7. Sepatu lapangan Rp. 500.000,-
8. Jaket kulit Rp. 500.000,-
9. ipod Rp. 1.200.000,-

tapi saya terlalu takut untuk menjumlahkan berapa total uang yang harus saya tabung. Sedangkan uang bulanan saya pun masih tersendat sampai sekarang. :(

Ah, andai orangtua saya membudayakan menabung pada anak-anaknya sejak kecil, mungkin setidaknya saya sekarang punya tabungan untuk memenuhi keinginan ini.

Sunday, November 14, 2010

saya ingin, seperti kata gaby

sebetulnya, saya ingin sekali senang sekali. sekali. karena kemarin saya banyak menghabiskan waktu dengan pria alay bekesong itu. namun teringat kata gaby, senang boleh, tapi jangan berharap. well, secara tidak sengaja perasaan senang sekali mungkin saja berbuah harapan, walaupun sekedar harapan kecil.
maka itulah, saya berusaha untuk senang saja, tanpa embel-embel sekali di belakangnya. Semua saya serahkan pada Tuhan saja. Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saturday, November 6, 2010

curhat sama siapa dong?

seumur hidup saya, saya gak pernah tuntas dan puas untuk mencurahkan segala apa yang ada di hati dan pikiran saya. Saya bahkan sulit untuk merepresentasikan semuanya terhadap lawan bicara saya. Seringkali tata bahasa saya gak tepat, alurnya berantakan. Padahal yang ada di kepala jelas banget apa yang ingin disampaikan. Memang, curhat yang paling ampuh itu sama Tuhan. Tanpa kita bicara pun, Dia udah tau apa yang kita rasakan. Cuma sama Dia, mau nangis-nangis sampe bego, mau sambil sembah-sembah, pasti bakalan kerasa "plong" banget, bahkan kita sampai bisa mencapai orgasme curhat. Jadi, curhatlah sama Tuhan.

stop talking about ..

LOVE. aaaah... basi!

akhir-akhir ini saya sedang sering-seringnya memikirkan diri saya sendiri. Dan pikiran-pikiran itu bisa datang kapan saja. Misalnya, setelah menghadiri seminar TA senior saya, saya jadi berpikir "mau lulus kapan ya?" Dan saya jadi galau karena itu. Memang benar, mau lulus kapan ya saya? Jujur, saya masih labil dengan yang satu ini. Kadang-kadang saya berpikir untuk lulus tepat waktu. Tapi setelah itu pikiran saya bisa berubah jadi ingin lulus kuliah dengan waktu 3,5 tahun. Pertimbangannya adalah, karena saya visioner, saya terhitung terlambat kuliah dibanding teman-teman SMA saya dulu. Jadinya saya harus lulus cepat untuk menjauh dari ketertinggalan saya. Tapi, kadang-kadang saya berubah pikiran lagi ingin kuliah dengan waktu 5 tahun karena saya ingin mencari pengalaman dulu sebelum menghadapi "kehidupan" yang sesungguhnya. Pikiran ini silih berganti sesuai mood saya. Akibatnya saya jadi tidak konsisten dengan diri saya sendiri.

Berkaitan dengan mencari pengalaman, dalam beberapa bulan terakhir ini saya sedang senang-senangnya berorganisasi, nongkrong-rapat-nongkrong-rapat di himpunan. Inilah yang membuat saya ingin kuliah dengan waktu yang lebih lama. Saya ingin mengeksplor diri saya sendiri. Saya ingin sesuatu yang baru. Jujur, hampir selama saya berorganisasi dan mendapat jabatan di kelas, saya selalu mendapat tempat sebagai sekretaris. Bosan sih, tapi bukan berarti saya menjalankan jabatan saya sekarang (sebagai sekretaris PPAB) dengan setengah-setengah. Ingin sekali di lain kesempatan, seperti PPAB selanjutnya, saya mencoba tantangan yang lain, seperti yang Ketua PPAB bilang, kadiv acara atau materi kek. Tapi sejujurnya saya punya targetan sendiri sih. Yah, semoga saja target saya bisa tercapai, amin...