Wednesday, June 30, 2010

biseksual, kenyataan atau hanya untuk mendongkrak popularitas?

Berita di tengah malam yang sungguh sangat mengejutkan. Di tengah kelelahan setelah bersosialisasi ria, disaat mata udah merem melek merem melek, teman saya si Gabriella Alodia bilang salah satu teman kami yang twittermania baru aja baca berita soal Vanessa Carlton adalah seorang biseksual. Berita yang bikin saya menjadi sangat patah hati. Gak jadi merem. Melek lah saya mikirin ini. Yak, salah satu musisi yang sangat saya idolakan, dengan kecerdasannya bermain piano dan membuat lagu2 yang penuh harmonisasi piano, biola, dan musik orchestra lainnya. Suaranya yang khas, ringan, dan tidak membuat orang minder untuk mengikutinya bernyanyi. Hehehe

Well, sebenarnya saya juga agak bertanya-tanya tentang kehidupan percintaan dia setelah putus dengan Stephan Jenkins. Mengingat umurnya juga yang tidak bisa lagi dibilang muda, dia belum juga mempunyai pasangan hidup. Mungkin memang kebiasaan orang barat sana yang memilih untuk tidak terikat dengan hubungan seperti pernikahan dan kata resmi pacaran, jadi saya juga cuek-cuek aja sampai berita biseksual sampai ditelinga saya. Awalnya ya gak percaya memang, tapi setelah saya cek sendiri berita itu di internet, saya benar-benar patah hati.

Gak banyak orang tau karya-karya Vanessa Carlton setelah kesuksesannya dengan A Thousand Miles di album pertamanya, Be Not Nobody. Dulu pun waktu tahun 2005, kalau saya gak pernah jalan-jalan ke toko kaset sama pacar saya waktu itu, mungkin saya gak bakal tau dan gak bakal beli album keduanya, Harmonium. Setahu saya juga hanya satu lagu saja di album tersebut yang dibuat video klip nya dan ditayangkan di MTV yaitu White House (saya search di YouTube juga video klip dari album Harmonium cuma satu itu). Dari album inilah saya benar-benar mulai menyukai lagu-lagunya, bahkan bisa dibilang saya sudah addicted dengan lagu-lagu Vanessa Carlton. Karena kangen yang gak terobati, tahun 2007 sempat beredar di internet kalo dia bakal bikin album baru yang berbeda konsepnya dengan album-album sebelumnya. Dengan tidak sabarnya saya menunggu peluncuran album barunya itu, tapi gak muncul-muncul di toko-toko kaset. Di MTV pun begitu, ditambah lagi jam tayang MTV sudah dikurangi, dan saya pun pada saat itu sibuk sendiri dengan pencapaian cita-cita yang tertunda. Akhirnya saya mendengar single pertama dari album ketiganya yang diberi judul Heroes and Thieves, Nolita Fairytale, dari salah satu radio Bandung. Ternyata album barunya ini berhasil membuat saya knocked out dan hampir mati saking lagu-lagunya yang sarat makna dan 'kena' banget, ditambah dia makin hebat saja main piano.

Entah memang jodoh atau bagaimana, sepertinya saya klop banget sama dia. I'm her #1 fans. Iringan pianonya selalu menemani hari-hari saya dan membuat saya ikut bernyanyi bersama. Tapi, anehnya banyak teman-teman saya yang tidak begitu mengenal dia. Yah, wajar sih, soalnya kebanyakan mereka hanya tahu A thousand miles. Kalau saya sendiri sih objektif, saya suka karena dia hebat, musiknya enak, plus cantik yang terakhir. Well, setelah 3 tahun melahirkan album terakhirnya, kabarnya Vanessa Carlton mau bikin album baru lagi. Bersamaan dengan kabar itu, muncul pula pengakuan dari mulutnya sendiri kalau ternyata dia bangga menjadi seorang yang biseksual. Hmm... Entah benar, atau hanya mengikuti trend orang Barat yang sedang ramai-ramainya menjadi penyuka sesama jenis, atau ini untuk mendongkrak popularitas dalam menjual album barunya. Saya tidak tau. Tapi lepas dari itu semua, saya tetap menyukai karya-karya cerdasnya dan menanti album berikutnya.

Saturday, June 26, 2010

sumpah ini penting banget

postingan pertama setelah bikin akun ini setahun yang lalu. jadi ini postingan sumpah penting banget demi seengganya ada bacaan gitu di blog gw, hahahahahahaa