Tuesday, December 21, 2010

dude, i'm not a joke. please don't laughing at me.

mimpi

apa itu mimpi?

saya sendiri menganggap mimpi itu incredible. bukan, bukan berarti saya percaya 100% pada mimpi di setiap tidur saya. saya hanya takjub akan adanya mimpi.

mimpi, yang merupakan formasi dari penglihatan, pendengaran, perasaan, dan pikiran. Ya, pikiran kita dijamah ketika tidur, di alam bawah sadar. Kita hidup, kita bergerak, kita melakukan aktivitas. namun itu semua hanya dalam mimpi. HANYA dalam mimpi. tapi seringkali mimpi bisa menghubungkan kita dengan dunia nyata. Pernah menangis saat bermimpi? saya sering. dan ketika terbangun dari mimpi, ternyata saya pun sedang menangis. tangisan yang terbawa oleh mimpi. pernah terpeleset di dalam mimpi? saya sering. di saat saya bermimpi terpeleset, saat itu pula saya merasa kejang saat tidur. bagaimana dengan kalian?

mimpi, yang pernah saya baca entah pada suatu hadis atau ayat Al-Qur'an, terdiri dari 3 macam:
1. Petunjuk dari Tuhan
2. Gangguan dari syaitan
3. Hal yang sedang kita pikirkan
dan saya percaya ketiganya.

sayangnya, dalam seminggu terakhir saya memimpikan hal yang sama, orang yang sama. ternyata orang itu tidak hanya hadir di kehidupan nyata saya saja, dia juga sudah merasuki alam bawah sadar saya. untuk yang satu ini, saya angkat tangan. saya tidak bisa mengontrol. memang saya bisa request sama Tuhan mau mimpi apa malam ini, setelah sebelumnya disodori buku menu mimpi dan saya memesan mimpi yang harganya paling mahal? hai, lelaki, bahkan bermimpi tentang kamu pun saya tidak berani, apalagi mendamba di kehidupan nyata... dan saya sangat yakin, mimpi-mimpi saya ini adalah tipe mimpi yang ketiga. karena itulah yang sedang menjadi pikiran saya saat ini.

abstrak. sama seperti kamu.

Friday, December 17, 2010

masihkah?

ada kebersamaan setelah semua ini berakhir?

Monday, December 13, 2010


Gunung Kerinci, selalu tampak malu-malu. Jadi ingin pulang kampung. Kerinci...

sekilas tentang ulang tahun

terimakasih teman-teman atas hadiah kejutan ulang tahunnya di menit-menit pertama tanggal 7 desember.. kalian emang caem banget!

Pake mukena karena datengnya waktu saya lagi Takbiratulikhram solat Isya


gelap, hehe . males ngedit. Clara curi-curi pandang ke Pak dosen ya?



and another gift from Prayudha. Tebak apa cobaaaa???? Jeng jeng jeng!!!

yak! novel tentang jilbab dan buku notulensi baru!!! huahuahuahua

udah lama banget deh saya gak dapet kado yang dibungkus kado. terakhir kapan ya? hahahaha. Makasih ya Yud! kadonya berguna sekali. makasih juga teman-teman yang pada saik..

Sunday, December 12, 2010

you know what

i thought that it was nothing.
just that.

Friday, December 10, 2010

bayi nirina

awalnya, saya hanya berniat ngerumpi bersama teman lama. Lalu sampailah kami pada topik "Nirina punya anak". Yak, katanya anak Nirina terlahir kuning dan harus ganti golongan darah. Wew.
Lalu saya ingat sesuatu. Saya pun dulu terlahir kuning dan hampir meninggal. Dan saya baru ingat, kalau saya pernah botak. Ya waktu baru lahir itu. Jadi, terbukti saya sudah mencoba berbagai macam model rambut. Hahahahahaha








sekarang

ini samar
sulit ditebak
sulit dibaca
tidak terjamah
antah berantah
katanya...
jangan dipertanyakan
tunjukkan saja!
lakukan saja!
dalam kesamaran ini
karena ada suatu celah di balik ketertutupan itu

Wednesday, December 8, 2010

lebih baik tidak tahu

hari ini, entah kebenaran atau kesalahan, saya mengambil tempat duduk di belakang ketika UAS KDG dan Geodesi Satelit. Untuk apa? Tidak untuk apa-apa. Hanya mencari tempat yang pewe buat ujian. Saya bosan duduk di depan. Ingin saja rasanya sekali-sekali duduk di belakang. Lalu apa hubungannya dengan "lebih baik tidak tahu?". ternyata memang lebih baik tidak tau apa-apa. lebih baik saya duduk di depan. tidur di kala ujian tetap tidur juga dengan duduk di depan. gak ada bedanya dengan duduk di belakang. yang membedakan hanya aktivitas di sekeliling saya saja.

setiap orang punya prinsip dan idealismenya masing-masing, setuju? dan prinsip idealisme saya, saya tidak akan pernah mencontek di kala ujian. dan hal ini sudah saya jalani semenjak saya lulus SMA. Mindset yang terbentuk saat itu adalah "memang siapa yang akan membantu saya ketika SPMB nanti?" dan saya mulai memperjuangkan apapun terjadi, akan bekerja dengan hasil sendiri. walaupun saya memang tidak lulus SPMB, namun mindset tersebut terus tertanam dalam otak hingga mengakar ke dalam hati. Buktinya, dengan tidak mencontek pun saya bisa lulus tes masuk ITB dengan hasil pembelajaran saya sendiri, dengan kemampuan saya sendiri. Jadi, saya merasa tidak punya alasan untuk kembali melakukan pekerjaan itu.

Bukan mau sok suci. tapi boleh kan punya prinsip? sama halnya dengan "saya tidak akan pernah membuat akun facebook" atau "saya tidak akan pernah cari pacar perempuan yang lebih tua dari saya" atau "saya tidak akan pernah memakai rok lagi, cukup terakhir SMA" atau apapun itulah. Jadi, berdasarkan pengalaman hari ini, lebih baik saya tidak tahu apa yang terjadi di sekeliling saya -orang hilir mudik membawa kertas contekan ke toilet, nyelipin kertas contekan di bawah lembar jawaban, dll. Saya pun tidak tergoda dengan iming-iming nilai IP yang (akan) besar jika saya ikutan mencontek. Saya bangga dengan nilai IP saya yang hanya segini. Dan mohon maaf bagi siapapun itu, kapanpun itu, jika Anda-anda saya jutekin kalo lagi nanya jawaban.

Lebih baik tidak tahu sih, memang.

Tuesday, December 7, 2010

selamat jalan galau

lebih tepatnya selamat jalan galau di blog
faktanya adalah
ternyata banyak yang baca blog saya
entah karena memang pembaca setia
entah penasaran
entah senang melihat orang galau
jadi
selamat tinggal para stalker blog tulisan galau saya
dan sampai berjumpa lagi di postingan yang lain untuk para pembaca setia

akhiri galau ini

galau ini harus dihentikan!!

tapi jatuh cinta ini tidak bisa dihentikan.

bisa gak, jatuh cinta gak pake galau?

Monday, December 6, 2010

malam-malam

ini adalah malam pengharapan dan penuh panjatan doa

kabar baik

walaupun kemarin tepat dua tahun...
saya senang karena berhasil membuat 5 desember menjadi hari yang sangat indah
saya sadar karena 4 desember merupakan hari yang sarat makna
saya lega karena tidak ada satu hal buruk pun yang terjadi di minggu pertama desember

terimakasih bagi siapapun itu yang menghancurkan sugesti saya:
1. pria yang beberapa bulan ini mengisi pikiran saya (saya gak akan terlalu berekspektasi kok)
2. mama yang sedari dulu jadi panutan dan inspirasi bagi saya (maaf dian selalu gengsi buat mengakuinya, hihi)
3. IMG yang sudah tepat 1 tahun ini menjadi keluarga saya

selamat ulang tahun yang pertama, 2008!!

Sunday, December 5, 2010

apa kabar?

hai dirimu yang tidak terlihat akhir-akhir ini

Saturday, December 4, 2010

hujan

tau gak? jarang sekali saya suka hujan. tapi saya sangat suka sekali hujan barusan. saya tembus hujan itu, menempuh jarak puluhan kilometer. hujan barusan pandai sekali menyamarkan apa yang sedang terjadi pada diri saya. saya suka, sangat suka. keinginan saya untuk menyendiri di hari ulang tahun saya berkurang. tapi kalau bisa menyendiri ke suatu tempat sepi dan damai sambil hujan-hujan rasanya mantap juga. boleh dicoba.

Friday, December 3, 2010

lucu kucu


ini bocah lucu unyu kucu bet kaga si?
ponakannya si kibay...
hayah pengen banget dicubit-cubit
satu keinginan saya yang tidak pernah tercapai dari dulu adalah punya adik perempuan.
adik pertama, kedua (alm), dan ketiga saya laki-laki. Mungkin itu ya yang membuat saya lebih banyak menghabiskan waktu di luar, sama temen-temen ngerumpi ngalor ngidul walaupun diantara temen-teman saya adalah anak bawang, tapi seneng aja kayanya punya sodara perempuan..

sepenggal percakapan dosen dan mahasiswa yang sedang bersusah payah menyelesaikan TA (5 cm)

“Interpersonal Skills itu apa?”

“Keahlian manusia untuk bergaul, mengerti emosi orang lain, membaca emosi yang terjadi di sekitarnya, kemampuan manusia untuk memahami orang lain dan mengerti orang lain, kalo bahasa anak mudanya kemampuan untuk nggak jadi orang yang ‘garing’”.

Gue juga tua-tua gini tahu arti ‘garing’, emang lo doang! Batin sang dosen yang diam-diam bangga sama mahasiswa di depannya ini.

“Kalo Intrapersonal skills?”

“Kemampuan manusia untuk mengerti dan mengendalikan emosi yang lagi ada dalam dirinya. Kalo interpersonal keluar diri, yang sekarang intra, ke dalam diri sendiri. Contohnya, nggak langsung down kalo lagi ada masalah, selalu bersemangat, tekun, kalo lagi ada masalah langsung bangkit bukannya malah tenggelam dalam pikiran negatif, selalu bangkit lagi, nggak pernah nyerah kalo nemuin hambatan, Pak! Nggak pernah nye…”

“Nggak pernah apa Ian?”

“Nggak pernah nyerah, Pak.”

“Apa…?” sang dosen berkata agak keras dan menatap Ian tajam.

“Nggak…

Pernah…

Nyerah…

Pak…”

Hati Ian terasa lain, semangatnya kembali hadir di dadanya.

“Selamat siang, Ian. Bisa kok semuanya selesai dalam dua bulan.” Sang dosen pun berdiri dan dengan senyum puas mempersilakan Ian keluar dari ruangannya. “Nanti kamu datang lagi dengan kuisioner yang pastinya udah selesai. Saya yakin kok sama kamu.”




ayo-ayo semangat semua siapapun yang sedang mengerjakan TA atau skripsi!! Khususnya Rizky Nurhadiati, Marsha Sakina, teman-teman SMA saya yang lain, senior-senior IMG, atau yang akan ngambil TA semester depan, Maulana Aziz. Semangat semangat!!!

belum juga tidur


hayyah, ini pertama kalinya saya ngaplod gambar di blog saya. tapi kenapa saya jadi numblr di blogger ye?

saya gak mau kasih judul karena emang bingung

GDgirl67: "yan, maaf gw ga tau kalo sekarang lo lagi galau soal cinta, IMG, dan akademis"


memang iya, ya? tapi memang yang sedang sangat mengganggu pikiran saya ya itu2 dia adanya.
sebenarnya apa sih yang sedang jadi fokus saya sekarang sampai saya:
1. lupa pulang ke rumah
2. lupa ada tumpukan cucian yang harus saya cuci dan setrika
3. lupa ada kuliah jam sekian (akhirnya bolos)
4. lupa makan
5. lupa melakukan kewajiban mahasiswa (belajar)
6. lupa ada janji
7. lupa nyuci si ballack (sampai sekarang udah berkerak sepertinya)
8. lupa yang di atas. jarang sekali saya mengucapkan ini (alhamdulillah)
9. lupa kalau saya harus segera tidur
10. lupa teman

sampai-sampai teman saya tadi bilang
marsha: "ya ampun, yan. lo kacau abis. demi Tuhan lo harus punya pacar, biar ada yang ngontrol"

yah, balik lagi deh ujung-ujungnya yang satu itu.
bingung kan

yang jadi pikiran saya saat ini

sampai kapan saya mau galau terus???!!!
sumpah ini harus diakhiri!

Thursday, December 2, 2010

kegalauan bulan desember



biarlah, biar
biarkan kami tenggelam dalam pikiran kami masing-masing
aku tau, ini desember
kau sibuk menyelami masa lalumu
aku pun runyam mengisi pikiranku dengan ketakutan masa lalu
tapi tak taukah kau?
"sejarah adalah awan yang padat berisi tapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh"
walaupun ingatan itu sangat jelas, kau tak akan pernah bisa kembali
maukah kau kuberi tahu sesuatu?
aku ingin meruntuhkan tembok-tembokmu
tapi kau tidak memberi kesempatan
aku tidak pernah diberi kesempatan
tak bisakah aku membantumu atau kau membantuku
untuk menghilangkan ini?
kegalauan bulan desember
tidak
aku tidak pernah diberi kesempatan
padahal orang bilang berbagi itu indah
dan aku ingin berbagi denganmu

Wednesday, December 1, 2010

terimakasih dik

kejadian: 30 november 2010
tkp: selasar geodesi

danlap: bisa saja saya mengganti ketua angkatan kalian sekarang, sepakat?
juniro: siap tidak seniro
saya: kenapa kamu tidak sepakat ketua angkatan diganti?
juniro1: siap karena kami merasa ketua angkatan sekarang bisa memimpin kami dengan baik seniro
saya: bisa memimpin. tapi setiap orang punya jiwa pemimpin. sepakat?
juniro1: sepakat seniro. tapi tidak semua orang mau menjadi pemimpin, seniro. menurut saya harus ada kemauan dulu, seniro. ketua angkatan yang sekarang mau memimpin kami
saya: gimana kalau ternyata ada di antara kalian yang mau jadi ketua angkatan tapi dia gak berani bilang aja? cuma ketua angkatan kamu sekarang yang berani tunjukin?
juniro1: menurut saya itu gak mungkin seniro. kalo dia mau menjadi pemimpin, dia harus bisa memimpin dirinya sendiri untuk bilang kalau dia mau menjadi pemimpin, seniro
#tohokan pertama


saya: ayo, juniro. argumentasi dong, jangan mau main fisik kaya gini. kamu udah bagus, juniro. selalu dateng tiap acara, cuma kamu sendiri yang gak sakit disini. saya yakin banget kamu nangkep semua materi yang kami kasih, cuma kamu gak berani bilang aja.
juniro2: siap seniro
saya: ayo ayo pikir, juniro. kamu itu yang suaranya paling jarang kedengeran tauk. ngerasa gak kamu, kalo kamu cuma kurang 1 hal doang, keberanian?
juniro2: siap iya seniro
saya: kamu dapet manfaat gak dari ikut acara ini?
juniro2: siap dapet, seniro
saya: apa?
juniro2: saya jadi sedikit lebih punya keberanian, seniro.
saya: bagus. ayo terus kembangin, manfaatkan acara ini buat ngembangin diri kamu. emang gak pasti langsung berubah, ini yang namanya proses, perlahan-lahan. saya mau nanti kalo acara ini beres, kamu gak malu-malu lagi, ngerti?
juniro2: siap ngerti seniro
#tohokan kedua

bicara dengan juniro-juniro yang ini seperti bicara dengan cermin. wew. keberanian, dian.

Tuesday, November 30, 2010

Desember

Beberapa tahun terakhir ini saya selalu takut menghadapi Bulan Desember. Apa yang salah dengan Desember? Tidak ada. Seharusnya tidak ada. Kebetulan Desember adalah bulan saat saya dilahirkan, bulan penghujung tahun. Memang, seharusnya saya menyambut bulan ini dengan penuh suka cita. Seharusnya. Hanya saja, 3 tahun terakhir ini saya menyimpan ekspektasi berlebihan pada Desember. Dan ketika kau sudah sangat mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak bisa kau capai, tentu saja kau akan merasa sangat kecewa bukan? Itulah yang terjadi pada saya selama kurang dari 2 tahun silam.

Pernahkah kau dipatahkan hatinya? Itulah yang terjadi pada saya, tepat 2 hari sebelum hari ulang tahun saya yang ke-19 -yang-saya-sangat-harapkan-akan-berlangsung-dengan-penuh-suka-cita-bersama-orang-yang-disayangi. Asa yang telah susah payah dibangun telah hancur, dan saya pun menghabiskan Desember saya hanya dengan ampas-ampas semangat saya yang limit mendekati nol. Oke, lalu setahun kemudian saya membuat resolusi bodoh untuk ulang tahun ke-20 saya, yang ternyata saya kembali dikecewakan orang yang-tadinya-saya-kira-dia-baik-buat-saya, 3 hari sebelum hari ulang tahun saya. Nice, saya kira itu cukup. Cukup membuat saya membenci Desember. Padahal, harusnya (mungkin) Desember adalah saat yang tepat untuk merenungi apa yang telah kita perbuat setahun ke belakang, dalam rangka menyambut tahun yang baru, menjadi manusia yang berpikiran lebih dewasa, bukannya menangis meratapi nasib di atas tempat tidur. Well, pengalaman-pengalaman tersebut sangat menyadarkan saya. Cukup sampai disana saja. Saya ingin menikmati Desember saya dengan hati lapang, tanpa ekspektasi yang sungguh muluk berlebihan, hanya bersama teman-teman dan keluarga saya saja.

7 Desember tahun ini, bertepatan dengan Tahun Baru 1432 H. Penghujung tahun Masehi. Momen yang tepat untuk merenung, mengubah dan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Di umur yang ke-21, sudah tidak waktunya lagi untuk labiliolabileti (kata Gaby). Kepala 2 yang sudah menyandang beban (bobot) di belakang angka itu, tentu saja hidup yang akan dihadapi tidak akan semudah ketika kita berumur belasan. Katanya sih, umur segitu adalah saat dimana kita menghadapi hidup yang sesungguhnya sebagai manusia dewasa dan bertanggung jawab.

i love you my December


December by Weezer
only love can
ease the pain
of a boy caught
in the rain
only hope will
remember,
burning flame in
december

only love,
only love

only faith can
bring to life
one who falls by
the wayside
only trust can
inspire
soggy lungs
to breathe fire

only love,
only love

its only natural,
the moon is just
half full
we give
our best away,
we give
our best away

only love

only trust
can inspire
soggy lungs
to breathe fire

only love,
only love

only love,
only love...

Monday, November 29, 2010

orang hebat

adalah orang yang bisa menganalisa dengan cepat, tepat, dan bermanfaat. Bukan aktif atau pasif. Bukan menggurui, tapi mengkader.

-Agun-

Saturday, November 27, 2010

sekaranglah saatnya

agak shock memang, setelah saya mendapat kabar itu tadi magrib. ternyata kekhawatiran saya menjadi kenyataan. ya, saya akan berhadapan dengan "orang-orang vokal" itu. kami memiliki satu misi yang sama, satu itu saja. lalu muncullah perasaan less confidence itu lagi. apakah saya pantas? apakah saya bisa diakui? apakah saya bisa diterima? dimana saya harus berhadapan dengan orang yang sangat berpengaruh sekali, saya merasa kecil hati.

senior yang satu kerjaan dengan saya bilang, saya harus show the way. segala aktivitas yang membuat saya know the way, bisa menjadi bekal utama dalam menjalankan misi saya. lalu saya butuh support, itu saja. senior saya yang lain mengatakan, bagus jika sudah ada keinginan itu. hanya jika misi saya tidak berhasil, saya bisa turut menyumbangkan ide2 saya, pemikiran2 saya pada orang yang berwenang. nice. ya, saya berpikir, bukankah tidak harus menjadi pemimpin untuk bisa melaksanakan ide dan pikiran saya? tapi jauh di dalam diri saya, saya ingin bisa memimpin. semoga


Friday, November 26, 2010

yang bicara yang dilihat

setelah melakukan acara "ngobrol-ngobrol" dengan senior saya yang lebih berpengalaman dalam bidang "orang yang posisinya sangat penting dalam setiap struktur kepanitiaan tapi tidak terlihat", kami sepakat bahwa orang-orang yang didengar, orang-orang yang diakui, orang-orang yang diharapkan adalah orang-orang yang speak up, yang berkoar-koar. Lalu bagaimana dengan kami ini, orang di belakang panggung yang hanya berhadapan dengan benda tipis polos yang kemudian akan kami penuhi dengan segala macam tulisan, yang sungguh sangat mengerti apa yang terjadi -terbaik dan terburuk, yang sangat detail sampai memperhitungkan titik dan koma, dan yang selalu ada dalam setiap pertemuan, tanpa absen? Apakah kami diberi kesempatan?

Thursday, November 25, 2010

parah, parah

baru aja hari pertama, tapi rasanya seperti hari kedua. sakit sekali. oh, dinding rahim yang meluruh, ada apa ini? sebegitunyakah?

Tuesday, November 23, 2010

cinta itu banteng duduk. PMS itu sebuah sepatu

yah, terserah saya mau dibilang galau atau apapun. saya tidak peduli lagi. menyebalkan memang, jika dalam masa seperti sekarang ini. berada pada taraf terburuk pada setiap bulannya, dimana kadar hormon estrogen dan progesteron saya sedang sangat menipis. Yak, sepertinya besok atau lusa atau besok lusa saya bakal kedatangan "tamu". atau bisa saja nanti malam. iiyyyuk, menyebalkan! apa saja terasa annoying bagi saya, bahkan saya yang harusnya senang karena bersama si PAB itu malah bete, kepingin marah2 terus.

ngomong2, tadi teman saya di himpunan ulang tahun, dan dia dikasih kado ucapan selamat ulang tahun dari pacarnya berbentuk buku. Saya jadi teringat sesuatu, kurang dari 2 tahun yang lalu. yeah, saya juga pernah melakukan hal yang serupa untuk (yang sekarang) mantan saya. well well, saya jadi berpikir "edan, segitunya ya gue sama dia?". dengan freak nya saya mendatangi langsung teman2nya semasa TK sampai kuliah demi mengumpulkan ucapan selamat ultah dari mereka. ITU FREAK, NYING! dan pertanyaan itu muncul lagi (maklum pengaruh PMS, galau), pertanyaan tentang #yang bener aja lu yan, gak tertarik nunggu?"#. dan jawaban saya sekarang adalah #enggak, let it flow aja nyet#

hah, pusing sendiri. dasar cinta. dasar PMS.

cinta itu banteng duduk
PMS itu sebuah sepatu

-ini baru galau-

Sunday, November 21, 2010

pusakaku

barusan saja, aku selesai mencuci pusakaku
bukan hanya dicuci, bahkan pusakaku itu aku sikat
selama ini, tidak pernah aku berniat untuk menyikatnya
banyak yang terjadi dengan pusakaku dalam mempersiapkan pertemuan denganmu
andai saja kau tau, dik
itu untukmu
namun kau tak kunjung datang
kemana pergimu?
kau pilih gemuruh genderang itu dibanding caci maki disini
dik, tak taukah kau, begitu besarnya asa yang kusimpan atas dirimu?
yasudahlah dik, titip salamku saja pada ibumu
untung dulu ibumu tidak jadi mengeluarkan aku dari sekolah
kutunggu kau di lain waktu
semoga pusakaku ini kusikat benar-benar untuk dirimu, bukan untuk diriku sendiri

postingan tersampah dari segala sampah

saya: "bray, kayaknya si pria alay bekesong itu salah menginterpretasikan orang deh" (dengan GR nya)
banteng: "loh?"
saya: "..........................................................................blablabala......................................................"
banteng: "haha.. dodol."
saya: " .....*&@^$^@%$@$^!!!........"
banteng: "buahahahaha. kayaknya salah nangkep dia. gw juga sih dari awal yakinnya gitu."
saya: "yakin apa nih?"
banteng: "Yakin ga bakal semudah itu deketin dia. Orangnya tuh punya perlakuan yg sama sama setiap org secara umum. Jadi ya kl dia emg baik2 ke lo, emg gtu yan orgnya, sori"
saya: "......&&$&^$&@^$5721&#@7647367561736...."
banteng: "segitunya?"
saya: ".................blablablahoekhoekuhukuhuk......"
banteng: "eh emang iya ya? maap ya, jadi ga enak nih gw"
saya: "haha santai, kata gw juga"
banteng: "ah lo juga deh kayanya. gapapa, biar gw bersikap realistis juga. haha."
saya: "iye gw juga minta maap ya. dan kayanya kita bakal ajojing ampe lulus nyet. njing njing njing njing!!!"
banteng: "ah, santai... daripada buru-buru ga dapet yang bagus"
saya : "gak bisa santai!!!!"

2 minggu lagih saya 21 tahun, TOLONG. #lebaygila

Saturday, November 20, 2010

abu-abu

ada pertanyaan besar dalam benak saya.

Apakah sosok pemimpin itu harus seseorang yang pintar berbicara?

Saya sendiri adalah tipe orang yang lebih suka mendengarkan ketimbang berbicara. Entah, tapi sepertinya saraf reseptor mulut saya menerima pesan dari otak begitu lambat. Inilah yang membuat saya seringkali merasa krisis kepercayaan. Apakah dengan begitu saya akan mendapat kepercayaan dari orang-orang disekeliling saya? otomatis keberadaan saya di suatu komunitas sepertiya tidak terlalu terlihat dan tidak mendapat cukup eksistensi, pengakuan, karena suara saya jarang terdengar.

Well, karena saya senang mendengarkan orang lain berbicara, maka tidak sedikit orang yang mau bercerita tentang apapun pada saya. Dengan senang hati saya akan mendengarkan mereka. Namun, kelemahan saya adalah satu. Saya tidak akan berbicara jika saya diminta atau jika saya merasa tidak pasti dengan argumen saya. Karena kelemahan inilah, pernah suatu hari seorang sahabat merasa sangat kecewa terhadap saya. Saat itu sahabat saya bercerita baru saja putus dari pacarnya. Dan apakah yang saya lakukan? Saya hanya mendengarkan ia bercerita, tanpa memberikan solusi apapun, karena dia tidak meminta solusi.

Seringnya orang mempercayakan kedua telinga saya, kadang-kadang membuat saya berada di posisi yang sulit. Beberapa kali teman-teman saya mempunyai konflik. Teman 1 dan Teman 2 sedang mempunyai konflik. Hari ini Teman 1 bercerita pada saya. Besoknya, Teman 2 yang bercerita pada saya. Besoknya lagi, saya melarikan diri dari Teman 1 dan Teman 2 karena saya bingung. Saya berada di posisi mana? Saya abu-abu.

Yang lebih parahnya lagi, pernah seorang Teman 3 memberitahukan sebuah rahasia skandalnya dengan Teman 5. Beberapa jam kemudian, Teman 4 bercerita dengan ibanya pada saya tentang pacarnya, yaitu si Teman 5. Kau tau, saya membatin. Seperti menyimpan bangkai busuk di dalam rumah. Dan saya jadi lebih sering membatin karena terlalu banyak menyimpan rahasia orang, aib orang lain. Tolong, bunuh saya saja kawan. Saya hanya takut menjadi orang bermuka dua. Saya abu-abu.

Dan sekarang, saya masih tetap menjadi orang yang abu-abu. Suatu konflik yang melibatkan secara mayor komunitas A dan komunitas B. Saya? Saya individu yang abu-abu. Seiring berjalannya waktu, logika dan kedewasaan saya berkembang. Ternyata, menjadi abu-abu itu tidak selalu merugikan dan menyiksa. Saya dapat melihat pikiran dari 2 sudut pandang yang berbeda. Logika saya diasah, naluri saya ditempa. Saya senang dan menikmati menjadi abu-abu. Dan saya sadar, seringnya orang lain bercerita pada saya ternyata karena mereka percaya pada saya. Saya bahkan dapat menyadari bahwa permasalahan tiap orang pasti berbeda-beda. Ini yang memicu saya untuk melihat hidup lebih jauh ke depan. Tapi tetap, pertanyaan besar dalam benak saya:

Apakah sosok pemimpin itu harus seseorang yang pintar berbicara?


Friday, November 19, 2010

arga galau

pagi buta di warung makan gembul, ciumbuleuit. antre bayar.

arga: "yan, es batu berapaan ya?"
saya:"mana gw tau"
arga:"buat ngebekuin hati gw nih..."
saya:"zzzzzzzzzzzz"

Tuesday, November 16, 2010

aaaaaaaaaaaa

saking gemesnya pengen tereak deh gw di depan mukanya:

"woy, tau gak sih lo, gua suka elo!"



-the end-

Monday, November 15, 2010

membicarakan "teman" di blog

sore. dingin. ramai. tempat yang nyaman.

teman 1: tadi gw ketemu ajis yan. tambah ganteng yan. tambah putih, tapi gemukan
saya: kok bisa? dalam rangka apa?
teman 2: pinjem card reader ya?
teman 1: iya, tadinya mau ke rumah, tapi gw bilang janjian aja di rumah "teman 3" soalnya gw bakal kesana
saya: trus?
teman 1: ya udah, ketemunya di luar rumah. pake celana jins, pake polo shirt item. ganteng loh
saya: ............
teman 4: dia kerjaannya ke warnet deh
teman 2: hahahaha, iya. katanya sih download film ato download program
saya: eh, iya deh aneh. dia suka online YM tapi pagi bener
teman 2: kalau saya online dia suka tiba-tiba offline
saya: aneh. kenapa sih? waktu itu pernah nyapa satu kali di YM, tapi pagi banget. masih tidur kali gw
teman 4: kerjaan ke warnet tapi tetep aja ga punya facebook ya. hahahaha
teman 2: dia bilang "ngapain bikin facebook, ntar ujung-ujungnya juga bakal kaya friendster"
teman 4: jangan-jangan sebenernya dia punya akun tapi bukan nama dia. buat mata-matain lu tauk yan. "wah si dian ngapain aja nih"
saya: bodo. kan udah gw bilang, gw sekarang radikal.

saya tidak peduli. entah ini ditimbulkan karena saya menganggap dia telah menjadi makhluk aneh karena rasa sosialnya yang menurut saya, ehm, berkurang sekali, atau entah karena saya memang berusaha untuk tidak peduli. Banyak hal yang masih saya pertanyakan sampai detik ini. bahkan saya pun belum mendapat jawaban yang cukup dan pasti mengapa dia mengakhiri hubungan dan bagaimana hubungan ini selanjutnya.

15 menit yang lalu

saya: (nyanyi lagu seurieus - kapan ku punya pacar)
teman 3: segitunya ya yan?
saya: gitu banget
teman 3: cari lah. ITB kan banyak cowok
saya: yah, serahkan saja semua sama Tuhan
teman 2: tawakal juga butuh ikhtiar
teman 1: (backsound) jangan yan, maju terus! pertahankan!
saya: ini juga sambil ikhtiar kali.
teman 2: ikhtiar jangan disambil-sambil
saya: (melamun seperti biasa)

12 jam yang lalu

saya: hai!
bismillah: oye!
saya: masih hidup ternyata
bismillah: yoi dong. :D jadi galau di tya lo?
saya: baru balik lo? engga, menggila di kosan aja nih, karokean ga jelas
bismillah: iye, he
saya: *** ***
bismillah: yan yan
saya: gw tidur dulu ye, daah. tidur lo ***
bismillah: oke oke. deeh~

teman, andaikan kalian tau. saya disini tidak sebegitunya jalan di tempat seperti yang kalian kira. saya juga berusaha.. teman, terkadang yang seperti ini sulit diterima. saya memang yang paling muda diantara kalian. tapi haruskah saya selalu menjadi yang terbelakang dari kalian? huh, saya benci ketika sisi melankolis saya sedang dominan seperti sekarang ini, bukannya sisi sanguinis saya-yang presentasenya hanya berbeda 1% dengan sisi melankolis saya-yang mendominasi diri saya sekarang.

teman, saya akui, saya butuh "teman"

happiness only real when shared

bismillah --> hanya sepenggal kata yang saya harapkan pada-Nya akan membawa berkah bagi saya. semua akan terjadi, jika dan hanya jika saya membawa kebaikan untuknya dan dia membawa kebaikan untuk saya. Bismillaahirrahmaanirrahiim

Nabung woy!!!

ingin sekali saya menabung untuk hal-hal ini:

1. Semeru Rp. 700.000,-
2. Alat selam (fin, snorkel, masker) Rp. 500.000,-
3. Lensa kamera Rp. 900.000,-
4. Pulau karimun Rp. 800.000,-
5. Cooler laptop Rp. 50.000,-
6. Softcase laptop Rp. 100.000,-
7. Sepatu lapangan Rp. 500.000,-
8. Jaket kulit Rp. 500.000,-
9. ipod Rp. 1.200.000,-

tapi saya terlalu takut untuk menjumlahkan berapa total uang yang harus saya tabung. Sedangkan uang bulanan saya pun masih tersendat sampai sekarang. :(

Ah, andai orangtua saya membudayakan menabung pada anak-anaknya sejak kecil, mungkin setidaknya saya sekarang punya tabungan untuk memenuhi keinginan ini.

Sunday, November 14, 2010

saya ingin, seperti kata gaby

sebetulnya, saya ingin sekali senang sekali. sekali. karena kemarin saya banyak menghabiskan waktu dengan pria alay bekesong itu. namun teringat kata gaby, senang boleh, tapi jangan berharap. well, secara tidak sengaja perasaan senang sekali mungkin saja berbuah harapan, walaupun sekedar harapan kecil.
maka itulah, saya berusaha untuk senang saja, tanpa embel-embel sekali di belakangnya. Semua saya serahkan pada Tuhan saja. Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saturday, November 6, 2010

curhat sama siapa dong?

seumur hidup saya, saya gak pernah tuntas dan puas untuk mencurahkan segala apa yang ada di hati dan pikiran saya. Saya bahkan sulit untuk merepresentasikan semuanya terhadap lawan bicara saya. Seringkali tata bahasa saya gak tepat, alurnya berantakan. Padahal yang ada di kepala jelas banget apa yang ingin disampaikan. Memang, curhat yang paling ampuh itu sama Tuhan. Tanpa kita bicara pun, Dia udah tau apa yang kita rasakan. Cuma sama Dia, mau nangis-nangis sampe bego, mau sambil sembah-sembah, pasti bakalan kerasa "plong" banget, bahkan kita sampai bisa mencapai orgasme curhat. Jadi, curhatlah sama Tuhan.

stop talking about ..

LOVE. aaaah... basi!

akhir-akhir ini saya sedang sering-seringnya memikirkan diri saya sendiri. Dan pikiran-pikiran itu bisa datang kapan saja. Misalnya, setelah menghadiri seminar TA senior saya, saya jadi berpikir "mau lulus kapan ya?" Dan saya jadi galau karena itu. Memang benar, mau lulus kapan ya saya? Jujur, saya masih labil dengan yang satu ini. Kadang-kadang saya berpikir untuk lulus tepat waktu. Tapi setelah itu pikiran saya bisa berubah jadi ingin lulus kuliah dengan waktu 3,5 tahun. Pertimbangannya adalah, karena saya visioner, saya terhitung terlambat kuliah dibanding teman-teman SMA saya dulu. Jadinya saya harus lulus cepat untuk menjauh dari ketertinggalan saya. Tapi, kadang-kadang saya berubah pikiran lagi ingin kuliah dengan waktu 5 tahun karena saya ingin mencari pengalaman dulu sebelum menghadapi "kehidupan" yang sesungguhnya. Pikiran ini silih berganti sesuai mood saya. Akibatnya saya jadi tidak konsisten dengan diri saya sendiri.

Berkaitan dengan mencari pengalaman, dalam beberapa bulan terakhir ini saya sedang senang-senangnya berorganisasi, nongkrong-rapat-nongkrong-rapat di himpunan. Inilah yang membuat saya ingin kuliah dengan waktu yang lebih lama. Saya ingin mengeksplor diri saya sendiri. Saya ingin sesuatu yang baru. Jujur, hampir selama saya berorganisasi dan mendapat jabatan di kelas, saya selalu mendapat tempat sebagai sekretaris. Bosan sih, tapi bukan berarti saya menjalankan jabatan saya sekarang (sebagai sekretaris PPAB) dengan setengah-setengah. Ingin sekali di lain kesempatan, seperti PPAB selanjutnya, saya mencoba tantangan yang lain, seperti yang Ketua PPAB bilang, kadiv acara atau materi kek. Tapi sejujurnya saya punya targetan sendiri sih. Yah, semoga saja target saya bisa tercapai, amin...


Wednesday, October 20, 2010

ternyata

saya selama ini ge-er. Yak, ternyata dia sepertinya memang bersikap manis dan baik sama cewe-cewe, bukan hanya saya saja. oke, fix, saya mau bunuh ini semua. welcome back to basement

satu kata yaitu:

cemburu. pernah gak anda2 merasakan cemburu? Yak, saya sedang. Pernah merasa rendah diri? Yak saya sedang. Pernah merasa tersaingi? Yak, saya sedang. Hfft, entahlah. Saya bingung. Maklum, sedang jatuh cinta

Saturday, October 16, 2010

akan ku bunuh

akan ku bunuh kau! (this feeling) hush hush! berani kali saya punya feeling kek gini. siapa saya? biarlah semua yang sudah terjadi, mumpung belum seberapa. hah, how pathetic i am. mimpi saja bisanya. terbang saja kerjanya. malam, pria alay bekesong. Jika Tuhan berkenan, nanti kita kencan lagi. Tapi kalau tidak, ya kembali ke basement. daaaah

Friday, October 15, 2010

susah

emang susah deh kalo lagi jatuh cinta. gak jelas. sensitif sendiri. tiba-tiba seneng, tiba-tiba was-was. aaahhh! kenapa saya harus jatuh cinta sih?! dan kenapa harus dia?

Thursday, October 14, 2010

maaf ma..

anak gadismu ini menunda jam kepulangan demi pria alay bekesong, maaf mama...

Wednesday, October 13, 2010

seorang teman yang jatuh cinta

aneh rasanya, jika kita punya teman yang sangat jarang bicara dan berpikir tentang manusia berkromosom XY, tiba-tiba menjadi gila dan labil dan galau karena makhluk tersebut. Ya, ternyata teman saya sedang jatuh cinta. Selamat, kawan.. Selamat karena telah merasakan kembali "kupu-kupu" di perut itu, selamat karena telah membuktikan pada saya bahwa kau memang benar wanita tulen. Hehehehehe......

Monday, October 11, 2010

saya yang seperti ini

hwew, UTS udah mulai aja. Tapi semua rasanya aneh. Saya seperti kembali menjadi dahulu yang anti sosial. Maksudnya, dulu saya paling gak bisa belajar bareng temen2. Kalau temen2 saya lagi belajar bareng, pasti kerjaan saya ngeliatin mereka atau ngegangguin mereka kaya waktu TPB dulu. Temen2 belajar kalkulus di perpustakaan pusat, saya kerjanya tidur, ngajak ngerumpi yang lain, gangguin gak jelas. Tapi setelah pulang ke ke rumah, saya baru bisa belajar. Dengan TENANG sambil nginget2 gimana cara menyelesaikan soal yang dikerjain temen2 siangnya. Ansos. Pernah suatu kali karena udah kepepet mau UTS pas hari jumat, saya gak ikut rombongan belajar di CC dan malah memilih ke perpus pusat dan belajar sendiri di sana. Autis. Lalu ada kalanya semester kemarin saya kerjanya kalo belajar bareng2 terus di kosan saya. Kata anak2 sih belajar di kosan saya enak. Entahlah. Tapi tetep aja saya harus belajar di tempat yang ada kursi dan mejanya sendiri, temen2 belajar di kasur atau di karpet. Hmmmm.... Kenapa ya? Sekarang malah kayanya saya kembali seperti semula. ngeliatin temen2 belajar, pas nyampe kosan baru deh belajar sendiri sambil membawa bekal gara2 ngeliatin temen2 belajar. Hahaa
Sebenernya yang kaya gini tuh bagus atau jelek sih? Jujur sih, saya lebih suka belajar sendiri. Saya yang membuat alur belajar nya seperti apa, saya yang bebas nentuin mau kerjain soal yang mana dulu, yah begitulah.

Saturday, October 9, 2010

berubaaaah!

awalnya bukan tentang ini yang bakal saya post di blog saya ini, tapi entah mengapa tiba-tiba saya berpikir tentang diri saya sendiri. Ya, awalnya saat saya sedang membuka salah satu situs jejaring sosial, saya membaca status teman saya "i'm so tired being me". Kompleks. Dimana seseorang sudah capek dengan dirinya sendiri, sudah tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Bagaimana orang tersebut menjalani hidupnya ke depan? Dan ternyata itu pulalah yang sedang saya rasakan sekarang. Capek. Dan muak. Saya merasa sudah bukan menjadi saya karena banyak yang telah berubah dalam diri saya. Jika ingin dijabarkan satu persatu, berikut ini daftarnya

1. Saya yang dulu: terencana dan terlaksana. Saya yang sekarang: terencana dan terbengkalai
Jadi, saya dulu senang merencanakan sesuatu dan berusaha sebisa mungkin agar rencana saya terlaksana. Good planer, good executor. Sekarang, saya masih senang merencanakan sesuatu tapi rencana saya jarang terlaksana, bahkan saya sendiri lupa apa yang sudah saya rencanakan. Good planer, good destructor, good forgetful person.

2. Saya yang dulu: ambisius. Saya yang sekarang: ya udah lah ya..
Yayaya. Dulu, untuk demi dapet nilai bagus saya akan berusaha sampai mati nungging mendapatkannya. Bahkan terkadang saya memakai tipu muslihat sama teman-teman saya. Misalnya lusa ada ujian kimia. Biasanya, temen-temen kita kan bakal nanya "udah belajar belom lo?" maka saya akan menjawab "aduh belum nih, materi ujiannya aja gw gak tau". Padahal saya di rumah udah begadang ngulik soal-soal kimia dari seminggu sebelum ujian. Cara kayak gini biasanya ampuh buat bikin teman-teman saya ikutan males. Tapi saya yang sekarang ketika lusa ada ujian mata kuliah hitung perataan dan teman-teman bertanya "udah belajar belom lo?" maka saya akan menjawab "aduh belom nih, materi ujiannya aja gw gak tau" dalam arti yang sebenarnya. Ya, memang saya benar2 tidak belajar dan tidak tau apa materi untuk ujian nanti. Lalu di saat-saat terakhir ujian dan mengalami kesulitan, saya selalu berpikir "ya udah lah ya". Bukannya evaluasi diri dan segera berubah.

3. Saya yang dulu: kritis. Saya yang sekarang: kritis di belakang
Dulu saya ga bakal ragu-ragu untuk mengutarakan pendapat saya. Bahkan mengkritik guru pun saya bisa jika menurut saya guru tersebut salah. Diajak debat saya pun mau. Sekarang saya hanya kritis di belakang. Maksudnya ketika forum sudah berakhir, barulah saya mengomentari yang barusan terjadi kepada orang lain, bukan ke orang yang bersangkutan. Jadinya malah bergunjing. Sedih.

4. Saya yang dulu: kreatif, banyak ide. Saya yang sekarang: mikir aja males
Begitulah pendapat teman-teman saya dulu. Seringkali saya membuat sesuatu yang "kok lo kepikiran sih, yan?" dan seringkali saya dimintai tolong untuk ngerjain sesuatu sama temen saya karena mereka bilang saya kreatif dan kerjaan saya rapi. Sekarang sih boro-boro ya. Saya lebih senang mendengarkan orang lain aja gitu. Gak pernah lagi menelurkan ide-ide dan terkesan malas mikir. Entah mengapa. Apa karena saat ini banyak orang-orang kreatif dan banyak ide di lingkungan saya yang lebih mendominasi atau bagaimana gitu ya, ga tau juga. Tuh kan udah males mikir. Ck!

5. Saya yang dulu: suka ngulik. Saya yang sekarang: kolot.
Ngulik disini maksudnya ngulik lagu. Ya, dulu lagu apapun saya dengerin dan saya ulik, entah itu aransemen drumnya atau hanya sekedar liriknya aja. Kayaknya saya udah kaya "www.letssingit.com" berjalan. Haha. Sekarang saya hanya mendengarkan lagu yang itu-itu lagi, alirannya pun harmony classic gimana gitu, jadi terkesan kolot. Ngulik drum udah jarang. Sepertinya saya adalah penghambat band saya gara-gara beberapa musik belum saya ulik juga dari setahun lebih yang lalu. -___-"

6. Saya yang dulu: suka baca buku. Saya yang sekarang: suka baca situs orang (stalking)
aah! paling engga, ada buku yang saya beli setiap bulan, dan paling engga 4 buku saya baca dalam 1 bulan. Novel roman picisan, majalah, science fiction, buku theologi, atau Al-Quran pun pasti saya baca. Pengetahuan saya luas (kayaknya) dulu. Sekarang saya lebih tertarik untuk jadi stalker. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk duduk manis membuka situs orang lain, liat foto, liat wall, liat status, apapun itu yang sangat membuang-buang waktu dan tidak penting.

7. Saya yang dulu: tough. Saya yang sekarang: memble
Sepertinya ini benar2 karena pengaruh lingkungan. Ketika dulu mental saya sangat terlatih karena ikut organisasi Paskibra, saya terkesan keras. Kemudian saya bergaul dengan teman yang melankolis, saya jadi ikutan melankolis. Pernah dulu teman dekat saya orangnya 'rapuh' banget, saya malah jadi sangat kuat dan menyokong dan mengayomi, seringkali saya dimintai nasihat sama dia padahal saya lebih muda dari dia. Lah sekarang kok malah saya yang jadi gampang curhat dan rapuh dan memble? Padahal sekarang lingkungan saya didominasi cowok. Oke, berarti lingkungan ga memberikan pengaruh dong? Atau saya yang memberikan semacam rejection dan invers sama lingkungan? zzz

Dan masih banyak lagi yang lain dari dulu dan sekarang. Yak, everybody's changing. Betul sekali. Tapi bukankah seharusnya berubah menjadi lebih baik? Memang, tidak seluruh diri saya berubah menjadi lebih buruk. ketika kita udah merasa gak nyaman dengan diri kita sendiri, maka saat itulah waktunya kita berubah. Maka saya pun mengajak teman saya yang membuat status tersebut di atas sekali untuk berubah. Dan dia berkata ingin berubah jadi kucing. (-_-)a
FINE! antiklimaks. Tapi saya tetap akan berubah menjadi Dianlisa Ekaputri yang lebih baik.

Monday, August 16, 2010

Mengapa Geodesi?

Mengapa saya kuliah di jurusan geodesi?

Banyak jawabannya

Padahal dulu waktu saya baru lulus SMA, saya bahkan tidak tau apa itu geodesi. Karena seorang teman ada yang sangat berminat untuk kuliah di jurusan ini, maka saya pun bertanya ke bapak saya.

saya: “Pah, geodesi tu jurusan tentang apa si?”
papa: “Itu, misalnya ntar kalo mau ngebangun rumah ato gedung apa gitu, sebelum dibangun diperiksa dulu sama orang geodesi, tempat itu layak gak dibikin bangunan itu. Survey2, ngukur2.”
saya: “ooh…” (padahal masih ga ngerti, tapi cukup ada gambaran)

Well, SMPB 2007 saya pilih jurusan FK unsri dan FTSL ITB. Saya pilih FTSL bukan karena geodesi ada disana, tapi emang minatnya ke sipil atau lingkungan. beuh, tapi ternyata saya gak lulus SPMB.

USM ITB 2008, saya pilih FTTM, FTSL (kembali) dan FITB. Ternyata saya keterima di FITB, yang terdiri dari jurusan geologi, oseanografi, meteorologi, dan geodesi. Wah, ceritanya pada tahun tersebut geodesi pindah fakultas ke FITB, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. Dan nama Teknik Geodesi ditambah jadi Teknik Geodesi dan Geomatika. Makin ga ngertilah saya. Lagipula, sebelah mana bumi nya sih, geodesi? (pemikiran saya waktu itu).

Setelah ada pengenalan tiap jurusan, baru saya rada ngerti apa itu geodesi. Geodesi mempelajari tentang pemetaan. Begitulah pemahaman saya pada waktu itu, tapi saya tetap tidak menaruh minat di jurusan tersebut. Pilihan pertama saya tetap Teknik Geologi karena gambaran saya tentang jurusan ini cukup jelas berhubung om saya juga orang geologi, dan karena memang yang paling favorit di FITB itu ya geologi.

Bersusah payah saya berjuang buat dapet nilai bagus selama kuliah, biar bisa masuk jurusan geologi. Tapi cari nilai bagus di ITB itu emang bener2 susah ya. Dua semester awal telah dilewati dan IPK saya hanya kepala 2 point middle lah. Penjurusan udah di depan mata, kuesioner jurusan harus udah diisi. Saya masih keukeuh pengen ke geologi, tapi ga sadar diri kalo IPK cuma segitu. Temen2 yang lain udah banyak yang pindah haluan ke geodesi. Tapi saya tetap juga bersikeras mengharapkan keajaiban datang membawa saya ke geologi. Dengan urutan pilihan geologi, geodesi, oseanografi, dan meterologi, saya maju terus dan tak lupa terus berdoa.
Tapi memang Allah itu selalu mendengar doa hamba-Nya. Seperti yang tercantum dalam Al-Quran surat Qaaf:16

Dan sungguh, kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan
oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya

Secara tiba-tiba di malam sebelum hari terakhir batas pengisian kuesioner, saya berhasrat untuk mencari tau lebih jauh lagi tentang apa itu geodesi. Lebih spesifik lagi, saya mencari tau tentang geodesi dan geomatika ITB dengan membuka situs resmi ITB. (kenapa nggak dari dulu ya). Dan sampailah saya terdampar di situs biodata mahasiswa sepanjang masa. Awalnya saya malas baca komen2 yang ada disana, secara ada banyak banget. Tapi godaan itu ada aja, gitu. Lantas saya baca lah semua komen yang ada di sana, dan saya merasa telah mengupas tuntas geodesi setelah baca itu. hahahaha.

Mulai dari kalimat “viva geodesi!!!!” yang diucapkan dengan berapi2 yang banyak ditulis di komen itu saja udah bikin hati saya gemeteran. Belum lagi saya mendapat istilah baru, iterasi, padahal waktu itu saya gak paham apa artinya. Sekarang sih tau banget. Hehehe. Ada satu kata lagi yang bikin hati saya tergugah. Anak2 geodesi (IMG) saling memanggil diri mereka dengan sebutan kamerad. Saya gak tau apakah angkatan saya (2008) sudah menjadi kamerad juga atau belum karena saya gak tau bagaimana teknis kata kamerad tersebut dipakai.

Geodesi yang saya kira gak ada bumi-buminya malah justru yang paling bumi banget daripada tiga jurusan lain di FITB. Geologi jelas tentang daratan, ada laut2nya juga dikit. Oseanografi jelas laut lah. Meteorologi jelas banget udara. Ternyata, di geodesi kami mempelajari ketiga-ketiganya. Geodesi mencakup darat, air, dan udara. Survey dan kadaster untuk daratnya, hidrografi untuk lautnya, InSIG (inderaja) untuk udaranya, dan geodesi (lanjutan) yang melengkapi ketiganya. Geodesi adalah ilmu penentuan bentuk geometris bumi, kinematika bumi, medan gaya berat bumi, dan evolusi waktunya (German Geodesy Research Institute, 2008). Geodesi adalah ilmu pengukuran dan penggambaran bentuk muka bumi (Helmert, 1880). Gimana gak bumi banget.

Motif lain yang membuat saya balik badan untuk memilih geodesi adalah, seseorang bernama Hasanuddin Zainal Abidin. Yang saya tau dari komen biodata tersebut, beliau adalah mahasiswa ITB angkatan 70-an jurusan Teknik elektro. Tapi beliau pindah jurusan karena minatnya itu di jurusan teknik geodesi, bukan elektro. Untuk pindah jurusan di ITB itu sulit setau saya. Banyak syarat akademik yang harus dipenuhi sebelum dan setelah pindah. Kalau tidak bisa dipenuhi, maka sanksinya DO. Lanjut, kemudian beliau (Pak Hasan) setelah lulus menjadi dosen di geodesi ITB. Hanya sebatas itu pengetahuan saya tentang beliau pada saat itu, dan sejak saat itu saya pun mengidolakan beliau. Pak Hasan saja yang mahasiswa Elektro, jurusan terbaik se-ITB rela melepas jurusannya demi geodesi, jadi kenapa juga saya mesti minder dan takut untuk kuliah di jurusan ini. Setelah masuk jurusan dan mencari tau tentang Pak Hasan, ternyata beliau itu bukan hanya dosen. Beliau juga profesor dan sekarang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Informasi. Wah, saya makin termotivasi di geodesi. Seperti mimpi, sekarang saya diajar oleh beliau untuk mata kuliah geodesi satelit. Saya sangat semangat kuliah geosat ini, bahkan di kelas saya gak ngantuk, gak kaya biasanya.

Geodesi, jika tidak hanya diteropong lewat total station itu luas. Bisa kemana-mana. Dimulai dari (0,0,0) cara berpikirnya logis berdasarkan 3 dimensi. Jangan pernah minder dengan jurusan sipil, tambang, minyak, dll. Dimanipulasi sedikit saja data2 yang ada, tidak akan berdiri gedungmu, tidak akan bagus jalanmu, akan amburadul tambangmu, akan ngaco interpretasi sumber minyakmu. (Kalimat favorit saya di komen itu). Bahkan TNI sekalipun bergantung pada orang geodesi. Mungkin ya, suatu hari nanti geodesi bakal kaya elektro gitu yang beranak 5 jurusan trus bikin fakultas sendiri. Fakultas geodesi dan geomatika dengan program studi/jurusan hidrografi, surveying kadaster, InSIG, dan geodesi (murni), who knows?

Alumni geodesi tersebar dimana-mana. Kerja di BPN, bakosurtanal, dishidros, LAPAN mah pabalatak ya. Gitu juga yang di perusahan minyak dan tambang, katanya alumni dari macem2 angkatan banyak yang ketemu disana. Bisa juga kerja di industri hutan, perencanaan dan infrastruktur, TNI, ada juga yang jadi bupati dan walikota, kerja di perbankan & sektor keuangan, badan intelegensi yang lagi ngetren di luar, offshore survey, oil company, perkebunan, dll. Ada alumni yang jadi dosen FSRD UnTar jkt. Kenapa bisa? Katanya beliau bisa ajarin layout dan tata warna karena kuliah kartografi, ngajarin fotografi karena kuliah fotogametri, dan teknologi informasi karena kuliah komputer elektronik. Kemaren2, temen saya yang anak informatika bingung kenapa saya (anak geodesi) tau tentang bilangan biner2an, lah wong itu diajarin di kuliah Komputasi Data Spasial. Beberapa bulan yang lalu dosen Geodesi Geometrik saya, Pak Piping bilang ada alumni geodesi ITB, cewe, yang kerja di NASA bahkan. WOOOOOOW!!! Cita-cita saya waktu kecil buat jadi astronot berarti masih mungkin bisa tercapai ya. Hahaha….
Jurusan ini penuh dengan sensor/alat ukur & metode, bisa diprogram, bisa di
mapping. Semuanya full colour dan menarik (Eddy Prahasta, 2008)
Kayaknya harusnya saya buat tulisan ini dari dulu ya, waktu dikasih tugas osjur buat essay tentang “motivasi masuk geodesi”. Haha.. Tidak ada kata terlambat. Mudah-mudahan tulisan saya ini berguna buat lebih mengenalkan lagi geodesi ke dunia luar.

VIVA GEODESI!!!

Wednesday, June 30, 2010

biseksual, kenyataan atau hanya untuk mendongkrak popularitas?

Berita di tengah malam yang sungguh sangat mengejutkan. Di tengah kelelahan setelah bersosialisasi ria, disaat mata udah merem melek merem melek, teman saya si Gabriella Alodia bilang salah satu teman kami yang twittermania baru aja baca berita soal Vanessa Carlton adalah seorang biseksual. Berita yang bikin saya menjadi sangat patah hati. Gak jadi merem. Melek lah saya mikirin ini. Yak, salah satu musisi yang sangat saya idolakan, dengan kecerdasannya bermain piano dan membuat lagu2 yang penuh harmonisasi piano, biola, dan musik orchestra lainnya. Suaranya yang khas, ringan, dan tidak membuat orang minder untuk mengikutinya bernyanyi. Hehehe

Well, sebenarnya saya juga agak bertanya-tanya tentang kehidupan percintaan dia setelah putus dengan Stephan Jenkins. Mengingat umurnya juga yang tidak bisa lagi dibilang muda, dia belum juga mempunyai pasangan hidup. Mungkin memang kebiasaan orang barat sana yang memilih untuk tidak terikat dengan hubungan seperti pernikahan dan kata resmi pacaran, jadi saya juga cuek-cuek aja sampai berita biseksual sampai ditelinga saya. Awalnya ya gak percaya memang, tapi setelah saya cek sendiri berita itu di internet, saya benar-benar patah hati.

Gak banyak orang tau karya-karya Vanessa Carlton setelah kesuksesannya dengan A Thousand Miles di album pertamanya, Be Not Nobody. Dulu pun waktu tahun 2005, kalau saya gak pernah jalan-jalan ke toko kaset sama pacar saya waktu itu, mungkin saya gak bakal tau dan gak bakal beli album keduanya, Harmonium. Setahu saya juga hanya satu lagu saja di album tersebut yang dibuat video klip nya dan ditayangkan di MTV yaitu White House (saya search di YouTube juga video klip dari album Harmonium cuma satu itu). Dari album inilah saya benar-benar mulai menyukai lagu-lagunya, bahkan bisa dibilang saya sudah addicted dengan lagu-lagu Vanessa Carlton. Karena kangen yang gak terobati, tahun 2007 sempat beredar di internet kalo dia bakal bikin album baru yang berbeda konsepnya dengan album-album sebelumnya. Dengan tidak sabarnya saya menunggu peluncuran album barunya itu, tapi gak muncul-muncul di toko-toko kaset. Di MTV pun begitu, ditambah lagi jam tayang MTV sudah dikurangi, dan saya pun pada saat itu sibuk sendiri dengan pencapaian cita-cita yang tertunda. Akhirnya saya mendengar single pertama dari album ketiganya yang diberi judul Heroes and Thieves, Nolita Fairytale, dari salah satu radio Bandung. Ternyata album barunya ini berhasil membuat saya knocked out dan hampir mati saking lagu-lagunya yang sarat makna dan 'kena' banget, ditambah dia makin hebat saja main piano.

Entah memang jodoh atau bagaimana, sepertinya saya klop banget sama dia. I'm her #1 fans. Iringan pianonya selalu menemani hari-hari saya dan membuat saya ikut bernyanyi bersama. Tapi, anehnya banyak teman-teman saya yang tidak begitu mengenal dia. Yah, wajar sih, soalnya kebanyakan mereka hanya tahu A thousand miles. Kalau saya sendiri sih objektif, saya suka karena dia hebat, musiknya enak, plus cantik yang terakhir. Well, setelah 3 tahun melahirkan album terakhirnya, kabarnya Vanessa Carlton mau bikin album baru lagi. Bersamaan dengan kabar itu, muncul pula pengakuan dari mulutnya sendiri kalau ternyata dia bangga menjadi seorang yang biseksual. Hmm... Entah benar, atau hanya mengikuti trend orang Barat yang sedang ramai-ramainya menjadi penyuka sesama jenis, atau ini untuk mendongkrak popularitas dalam menjual album barunya. Saya tidak tau. Tapi lepas dari itu semua, saya tetap menyukai karya-karya cerdasnya dan menanti album berikutnya.

Saturday, June 26, 2010

sumpah ini penting banget

postingan pertama setelah bikin akun ini setahun yang lalu. jadi ini postingan sumpah penting banget demi seengganya ada bacaan gitu di blog gw, hahahahahahaa